SUDAHI KEMARAHAN MERAPI


Terlalu kaku dini hari ini diriku.Mataku tak kunjung terpejam.Hmmmm entahlah mengapa.Kamar ku pun Begitu sunyi dan dingin…
Ini agak aneh rasanya tak biasanya rasa ini menelusup hingga menusuk..
Mungkinkah karena peristiwa beberapa hari yang lalu yang membuat ku merasa adalah orang yang paling bodoh dan paling tak beruntung didunia….
Tapi entahlah aku kurang yakin akan rasa itu…

Terdengar sayupan azan subuh memanggil para muslim,tapi aku masih terbaring dalam dingin..
Ku nyalakan televisi,nanar mataku kala itu
Ya tuhan kulihat ibu Tua yang digendong tubuhnya memutih terselimuti abu Merapi..
Sejak beberapa hari yang lalu Merapi meronta,tapi tidaklah ku sangka jika ada akibat dalam bentuk ini..

Ya Tuhan inilah kekesalan kecil dari hati mu..
Tapi mengapa harus Sang tua renta yang sengsara,mengapa tidak kau titipkan pada mereka yang berkhianat didalam kotak kaca dihiruk pikuk ibu kota..
Tuhan Ku yakini Ibu Pertiwi terisak akan ini..
Tak satu kulihat Tua renta yang terekam oleh kamera ada beberapa dan ditambah dengan rontaan anak kecil yang meraung terpisah dengan Ayah dan Bunda…
Begitu gelisah hatiku,walaupun sanak saudara sedarah Ayah tidak disana ,tetapi nyeri akannya sangat menusuk..

Teringat ku akan beberapa Teman yang kukenal dari dunia maya yang berasal dari Tanah Merapi,Apa gerangan kabar mereka,Apakah ada tempat yang hangat dan tenang untuk mereka saat ini,Atau Anak-anak Tanah Merapi yang merantau,bagaimanakah gundah mereka saat ini,terpisah jauh dari sanak saudara.
Tak terbayang olehku gundah dan galau hati mereka..

Aku beranjak bangun dari tempat tidurku,membasuh wajahku dan berlutut….
Lalu Menuangkan permintaan Pada Tuhan kabut,hitam,suara,Sudahilah Kemarahan Merapi,buatlah Ia terlelap jangan kau bangkitkan Tuas panas dikawahnya..
Agar mereka para renta dapat menghabiskan hari dngan senyum sambil memandang hijau disekitar,agar tidak ada lagi tangis anak yang terpisah dari hangat sang Ayah dan Bunda,Sudahi Tuhan Sudahkan kemarahan Merapi jangan ada lagi kabut jelaga atau dentuman yang mengguncang…
Kasihanilah mereka….
Semoga yang Mereka yang tersulut Abu panas merapi kini tenang…

Tak terasa air mataku jatuh…
Tuhan  Sudahi Kemarahan Merapi..
Maafkan kami yang tidak tahu akan berterimakasih…..
Maafkan aku yang sempat menghujatmu,jangan kau titipkan lagi kemarahan yang lain…
Sudahilah.Kemarin begitu banyak permintaanku atas ketidakpuaasanku tapi hari ini hanya satu permintaanku Sudahilah kemarahan Merapi biarkan ia tertidur lagi….

PS:Untuk teman-temanku anak Merapi jangan Hentikan Doa dan pengharapan,debu Merapi akan terbang menjauh dan menghilang..Yakinkan akan ada senyum ketika kalian datang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar