Malam
telah tinggi diatas,
Udara
membeku.
Embun
pun mengeras dalam celah daun.
Bunga
juga terberat dalam embun.
Kisut resah dalam hati.
Entah
apa yang terjadi sedikit pun aku tak mengerti.
Aku
hanya mereka-reka.
Hanya
menebak dalam lapisan yang runtuh.
Heran
sungguh dalam kesuraman ada air.
Seperti
aku yang buta tapi bernyawa.
Seperti
aku yang bisu tapi ingin berkicau.
Sudahi
Tuhan akan bingungku ini.
Hati
kecil terlalu kacau..
Tak
ada Doa yang mengalun.
Hanya
ada kesuh yang bernyanyi dan bergerak.
Tak
ada tangis hanya marah.
Kaku
membatu hatiku.
Tak
ada tempat untuk mencair.
Yang
ada hanya gumpalan yang semakin keras dan membatu.
Keras,kaku,tak
berlekuk.
Jika
bisa berkirim surat
pada Tuhan.
Kutuliskan
permintaanku Pada Mu penguasa Api.
Permintaan
agar aku sejenak Tenang.
Sejenak
agar terlelap…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar