Patah
sayapnya….
Hilang
Putihnya…
Tak
mewangi lagi jiwanya..
Bagai
putih terbalur hitam jiwanya kini..
Bukan
lagi Malaikat..
Bukan
pula utusan Tuhan..
Hanya
seorang hamba sahaya yang kelam lumuran hidupnya…
Tak
mengertikah Ia akan arti dari dosa….
Wahai
Malaikat…
Kenapa
sangat suram catatanmu….
Inilah
penggalan dari seorang hamba…
Yang
dulu dipuja..
Tapi
kini dihina…
Begitu
singkat takdir indah…
Tak
pernah ada yang menerka..
Kapan Ia datang,kapan Ia pergi
dan kapn Ia kembali…
Tak
pernah ada yang mengira…
Bukanlah
sebuah bohong..
Akan
hal ini…
Tapi
inilah nyata..
Bahwa
jika tergenggam baik dalam kanan maka Buruk akan menyusup kedalam….
Bukan
pula ingin menjadi seorang rabi yang ingin memberi petuah dalam puisi..
Hanya
berbagi..
Buat
para mereka yang tegak diatas sana..
Ingatlah
akan janji syurga jangan kau menepati dalam nyata neraka tua..
Tak
ada yang menerka apa jadinya..
Bila
kalian ada dibawah..
Dan
kami diatas sana….
I'm so inspired with ur poem. I think it's different..keep on posting every moments of ur life.I love it..
BalasHapusthks so much
BalasHapus